SMAN CMBBS

sMAN CAHAYA MADANI BANTEN BOARDING SCHOOL.

SAYEMBARA PENULISAN BAHAN BACAAN GERAKAN LITERASI NASIONAL 2017

Sayembara Penulisan Bahan Bacaan GLN 2017

PRAJAB ANGKATAN X

Angkatan X Diklat Prajabatan Prov Banten 2016

Tampilkan postingan dengan label guru menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guru menulis. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2017

SAYEMBARA PENULISAN BAHAN BACAAN GLN 2017

Dalam rangka penerapan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 dan sebagai lanjutan kegiatan Gerakan Literasi Nasional 2016--2019, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2017 menyelenggarakan kegiatan Sayembara Penulisan Bahan Literasi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun karakter siswa di sekolah dasar dan anak-anak di komunitas baca. Berikut ketentuan - ketentuan sayembara :



Ketentuan Umum:
1. Bacaan ditujukan kepada pembaca berusia 7-12 tahun, yaitu kelompok kelas 1, 2, dan 3 SD serta kelompok kelas 4, 5, dan 6 SD.
2. Isi bacaan harus sesuai dengan tujuan pendidikan (mempertimbangkan keberagaman Indonesia, ramah lingkungan, tidak mengandung unsur p0rn0grafi, tidak bias gender, tidak berunsur kekerasan, dan tidak berunsur SARA).
3. Isi bacaan memiliki kekuatan dan pesan tentang sikap hidup dalam keluarga dan lingkunag sekitar.
4. Bahasa bacaan harus memenuhi kesesuaian kaidah dan keterbacaan.
5. Ilustrasi gambar harus mendukung isi materi.
6. Naskah disertai surat pernyataan bermaterai Rp 6.000,00 yang menyatakan bahwa naskah sayembara merupakan karya asli penulis dan belum pernah atau tidak sedang diikutkan dalam lomba lainnya.
Ketentuan Khusus:
1. Bahan bacaan berupa buku yang berisi teks narasi, teks diskripsi, teks eksposisi, teks hortatori, dan/atau teks prosedural dengan tema lanskap dan perubahan sosial masyarakat perdesaan dan perkotaan, kekayaan bahasa daerah, pelajaran penting dari tokoh-tokoh Indonesia, kuliner Indonesia, dan arsitektur tradisional Indonesia.
2. Satu buku dapat berisi lima jenis teks dengan beragam judul dalam satu tema yang telah ditentukan.
3. Jumlah halaman isi 48-50 halaman (tidak termasuk halaman prancis).
4. Jenis huruf Andika New Basic denga ukuran 12.
5. Spasi 1,5.
6. Ukuran kertas A5.
7. Pias kanan/kiri 1,5 cm/ 1cm.
8. Pias atas/bawah 2 cm/2 cm.


Ketentuan lain:

1. Tenggat penerimaan naskah dalm bentuk buku sebanyak tiga rangkap tanggal 31 Maret 2017.
2. Pengumuman 190 buku terpilih tanggal 14 April 2017.
3. Alamat panitia sayembara:
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Jalan Daksinapati Barat IV
Rawamangun, Jakarta Timur

Selasa, 31 Januari 2017

MEMBIASAKAN MENULIS

Bagaimana membiasakan menulis? saya kerap kali bertanya dalam hati bagaimana membiasakan diri untuk menulis. jikapun belum pantas dikatakan "membiasakan", setidaknya bagaimana memulai menulis itu. meski saat ini saya sedang menulis, saya kerap kali merasa kesulitan saat memulai menulis. kesulitan untuk mengawali kalimat, entah kata apa yang pertama kali harus tertuangpun kadang-kadang menjadi blank. Meski mulanya di otak sudah ada ide yang hendak tertuang, tiba-tiba saat jari mulai menyentuh keyboard, semua rasanya seperti lenyap begitu saja. Why? jawabannya saya pikir karena "tidak terbiasa"! saya akui itu. kenapa tidak terbiasa? jawabannya bisa banyak hal. kemungkinannya mungkin seperti ini :

Belum Sadar tentang Pentingnya Menulis

Bagi sebagian orang, mungkin bertanya-tanya "Apa pentingnya menulis?". Apalagi bagi guru. banyak guru yang belum terbiasa dengan dunia tulis menulis. Guru Matematika misalnya, mungkin justru berpikir "Lho.. tulis menulis itu kan kegiatannya guru Bahasa Indonesia? Guru matematika mah cukup berkutat dengan angka saja". Misalnya seperti itu. Apakah pendapat tersebut benar? sy secara personal tidak sependapat dengan pemikiran tersebut. Menurut wikipedia, menulis merupakan kegiatan menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Jadi sangatlah beralasan, jika setiap guru harus terbiasa dengan menulis, sebab guru merupakan salah satu sumber informasi atau perantara informasi bagi muridnya. Nah, ini pentingnya menulis bagi guru :

Guru sebagai salah satu penyaji informasi

Sebagai seorang penyaji informasi, guru perlu belajar menulis, sebab informasi yang disampaikan akan mudah diterima jika informasi disajikan secara sistematis dan runtun. Disinilah salah satu manfaat menulis, karena dengan menulis, apa yang kita baca, apa yang kita pelajari akan mudah diingat. Apa yang ada di pikiran kita akan lebih runtun dan sistematis apabila dituangkan dalam sebuah tulisan. Dan tulisan yang sistematis itu membantu kita ketika akan mengeluarkannya secara lisan. Orang yang terbiasa menulis, bisa dipastikan apa yang diucapkannya pasti akan terdengan runtun,tidak berputar-putar, enak di dengar, dan mudah diterima. Pun ini menjadi pengingat dan pembelajaran untuk saya pribadi, karena saya bermasalah dengan public speaking, sepertinya dengan belajar menulis akan memperbaiki kemampuan berbicara sy di depan publik :)

Menulis penting dan mutlak diperlukan dalam Karya Ilmiah. 

Ketika kita menjadi guru, suatu ketika pasti kita menemukan permasalahan dalam proses pembelajaran yang kita ajarkan. Entah itu sikap belajar siswa, entah itu hasil belajar siswa, dsb. Nah, tentu permasalahan tersebut membutuhkan solusi perbaikan. Dari permasalahan itulah guru harus mengadakan Penelitian Tindakan Kelas, atau yang kita kenal dengan PTK. Disinilah "menulis" itu berperan. Dengan membiasakan menulis (apapun itu), akan sangat membantu ketika kita akan menyusun sebuah karya ilmiah.

Kurang membaca 

Salah satu penyebab merasa susah menulis adalah kurangnya membaca. Seseorang yang susah menulis bisa dikarenakan tidak ada atau kurangnya "ide" menulis. Kenapa bisa sampai kurang ide? karena bisa jadi kurangnya wawasan pengetahuan, yang erat hubungannya dengan kurangnya aktivitas mencari informasi seperti dengan kegiatan membaca, atau mendengarkan berita (misalnya). Membaca dan Menulis erat kaitannya. keduanya sama-sama bermuara pada penyajian informasi. Membaca mencari informasi, kemudian menulis menuangkan kembali informasi hasil membaca agar lebih mudah diingat dan dipahami. "If you don't have time to read, you don't have the time (or the tools) to write. Simple as that" (Stephen King). Jadi jelas, membaca adalah salah satu "alat" untuk menulis. Begitu kira-kira :)

Malas atau Belum Ada Motivasi

Nah, ini alasan klasik yang sering hinggap di kebanyakan orang (ternmasuk saya. hehehe). Malas seringkali menyusup dengan berbagai alasan. "Nggak ada waktulah.., sibuklah.., nggak tau cara memulailah..," dsb. Untuk kasus ini nggak ada obat lain selain harus dipaksa memulai. Kalau saya sih mengakalinya dengan menulis yang ringan-ringan. Entah itu sekedar menulis untuk mengekpresikan Isi Hati (#eh :p ) Yup.. ini dia yang kebanyakan dilakukan perempuan. Nulis Diary. hehe.., tidak masalah. itupun suatu saat akan bermanfaat. Menulis menyisakan lega, begitu menurut saya :) , meskipun selama ini saya hanya menulis sebatas pendapat personal, menulis tentang dunia masak memasak, tapi saya terus berusaha meningkatkan kemampuan menulis saya. entah bagus atau enggak, entah ada yang membaca atau tidak, yang penting belajar menulis. tidak akan ada yang sia-sia, insyaAllah... Setidaknya hal-hal itu sebagai pemicu semangat saya dan alasan saya kenapa harus memulai membiasakan diri "menulis". Ala bisa karna biasa.. begitu kata pepatah. Tanpa memulai, tentu tidak akan terbiasa. Maka dari itu, mulailah.. biasakanlah..

sekian ^^

 Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Imam syafi'i)